(Dok Pribadi, tangga ke situs makam Kanjeng Sunan Giri)
Surabaya 7 Mei 2019.
Beberapa hari yang lalu menjelang puasa Ramadhan tahun 2019 ini, saya sempat ziarah ke situs atau kompleks makam
Sunan Giri. Situs atau kompleks makam Sunan Giri ini berada di Desa Sidomukti
Kecamatan Kebomas Gresik. Lokasinya secara geografis memang agak seperti di
perbukitan. Jadi untuk mencapai makam Kanjeng Sunan Giri harus melwati jalan
yang naik. Sesudah itu, kendaraan harus diparkir di bawah situs/komlpleks makam
Kanjeng Sunan Giri. Dari parkiran inilah kita harus meniti atau melewati jalan
berundak seperti tangga yang lumayan tinggi. Ketika saya baru menginjakan kaki
di tangga pertama atau tangga yang paling bawah, dalam hati saya berkata “wahhhh
tinggi juga ya”. Nah.. Pada waktu saya melewati tangga demi tangga inilah saya
kemudian teringat bahwa kesuksesan seseorang itu merupakan puncak dari
pencapaian yang diinginkan. Ibarat tangga berundak ini, maka kesuksesan itu
adalah pada waktu berada di puncak tangga itu. Sementara tangga pertama atau
yang paling bawah adalah posisi nol atau awal dari perjalanan.
Kalau boleh saya
gambarkan penjelasan saya di atas, maka gambarnya akan semacam ini.
Impian ---- Start
Perjalanan Perjuangan ---Puncak Pencapaian
Impian. Jadi posisi
paling dini adalah “Impian” yaaa impian. Impian ini menjadi sangat penting,
karena impian akan menentukan tujuan yang akan dicapai. Impian itu bisa menjadi
karyawan yang sukses, menjadi pengusaha, menjadi ASN, memiliki karir politik
yang bersih dan dicintai masyarakat dll. Karena itu, setiap kita harus punya
impian yang setinggi tingginya, apapun mimpi itu. Tidak perlu takut bermimpi
yang tinggi. Sehingga ada pepatah “Gantungkan cita citamu setinggi langit”.
Jadi setiap orang harus berani bermimpi atau bercita cita. Sesudah menetapkan
mimpi, maka selanjutnya adalah melakukan perjalanan atau perjuangan mencapai
cita cita itu.
Start Perjalanan
Perjuangan. Proses inilah yang saya ibaratkan seperti melintasi tangga berundak
di situs/kompleks makam Kanjeng Sunan Giri. Merupakan perjalanan yang panjang
dan bisa sangat terjal. Karena itu, bagi yang sedang dalam proses ini,
membutuhkan beberapa hal, supaya tetap bisa sampai ke puncak tangga. Beberapa
hal yang diperlukan untuk bekal diantaranya adalah Rajin. Rajin itu artinya
melakukan perilaku yang berulang ulang dan continou. Seperti waktu
sekolah..Rajin belajar. Artinya berulang ulang melakukan kegiatan belajar dan
dilakukan terus menerus sampai lulus. Persis seperti melintasi anak tangga di
situs kompleks makam Kanjeng Sunan Giri ini. Berulang ulang kita tapakan kaki
di anak tangga, begitu terus menerus sampai di puncak. Mungkin kita capai,
bosan, lelah karena terlihat monoton. Tapi sebenarnya hal itu bisa
diantasipasi. Kalau melihat anak tangga teru menerus…ya kita bisa bosan. Tapi kalau
kita sesekali melihat melihat ke samping kanan dan kiri ada orang yang
berjualan beraneka ragam oleh oleh, tentu ini bisa membuat hibura tersendiri
selama perjalanan. Dan ini akan bisa menghilangkan rasa capai, bosan, lelah
atau jenuh. Yaa seperti itulah perjalanan perjungan dalam mencapai puncak
kesuksesan. Selain itu, kesabaran yang
ekstra tinggi juga diperlukan untuk meniti tangga perjuangan ini. Jangan salah
mengartikan sabar yaa. Sabar bukan berarti diam. Sabar sangat dibutuhkan dalam
perjalanan perjuangan ini karena sabar bermakna 3 perilaku berikut ini.
Pertama, Sabar berarti tidak perlu marah ketika dihadapkan pada masalah yang
setiap saaat akan muncul dalam perjalanan hidup kita. Tetap tenang sambil cari
solusinya. Kenapa tidak boleh marah, karena amarah akan mempengaruhi ritme
detak jantung, dan peredaran darah yang lebih cepat. Dan ini sangat berbahaya
untuk kesehatan. Sementara perjalanan masih panjang, dan tentu saja butuh
kesehatan. Kedua, sabar berarti tetap melakukan aktivitas sehari hari yang
menjadi tanggung jawab kita. Pendek kata, tetap rajin menaiki anak tangga demi
anak tangga untuk mencapai ke puncak, meskipun ada masalah yang berat. Dan Ketiga,
sabar berarti tetap melakukan kewajiban kita kepada pemberi hidup. Kewajiban
kewajiban religi tetap harus dilakukan meskipun dalam kesulitan yang
menghalangi perjalanan kita untuk mencapai puncak tangga.
Kalau kita Rajin dan
Sabar, wa inshaa Allah kita bisa mencapai puncak tangga kesuksesan. Semoga kita
semua diberikan perilaku yang rajin da kesabaran sehingga menjadi pribadi
pribadi yang sukses. Aamiin. Perenungan dan pemikiran saya tentang kesuksesan
berhenti sampai disini, karena tanpa terasa saya sudah ada di puncak Tangga
situs kompleks Kanjeng Sunan Giri. Di depan Saya ada Gerbang untuk masuk
halaman Masjid kanjeng Sunan Giri. Sementara saya harus belok kiri atau kea rah
barat, masuk melewati lorong para pedagang oleh – oleh khas untuk bisa mencapai
Makam Kanjeng Sunan Giri.
(Dok Pribadi, Halaman masjid Kanjeng Sunan Giri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar