Breaking

Senin, 06 Mei 2019

Belajar dari tangga di Situs Sunan Giri Gresik untuk bisa sukses


(Dok Pribadi, tangga ke situs makam Kanjeng Sunan Giri)
Surabaya 7 Mei 2019. Beberapa hari yang lalu menjelang puasa Ramadhan tahun 2019 ini,  saya sempat ziarah ke situs atau kompleks makam Sunan Giri. Situs atau kompleks makam Sunan Giri ini berada di Desa Sidomukti Kecamatan Kebomas Gresik. Lokasinya secara geografis memang agak seperti di perbukitan. Jadi untuk mencapai makam Kanjeng Sunan Giri harus melwati jalan yang naik. Sesudah itu, kendaraan harus diparkir di bawah situs/komlpleks makam Kanjeng Sunan Giri. Dari parkiran inilah kita harus meniti atau melewati jalan berundak seperti tangga yang lumayan tinggi. Ketika saya baru menginjakan kaki di tangga pertama atau tangga yang paling bawah, dalam hati saya berkata “wahhhh tinggi juga ya”. Nah.. Pada waktu saya melewati tangga demi tangga inilah saya kemudian teringat bahwa kesuksesan seseorang itu merupakan puncak dari pencapaian yang diinginkan. Ibarat tangga berundak ini, maka kesuksesan itu adalah pada waktu berada di puncak tangga itu. Sementara tangga pertama atau yang paling bawah adalah posisi nol atau awal dari perjalanan.

Kalau boleh saya gambarkan penjelasan saya di atas, maka gambarnya akan semacam ini.

                   Impian ---- Start Perjalanan Perjuangan ---Puncak Pencapaian

Impian. Jadi posisi paling dini adalah “Impian” yaaa impian. Impian ini menjadi sangat penting, karena impian akan menentukan tujuan yang akan dicapai. Impian itu bisa menjadi karyawan yang sukses, menjadi pengusaha, menjadi ASN, memiliki karir politik yang bersih dan dicintai masyarakat dll. Karena itu, setiap kita harus punya impian yang setinggi tingginya, apapun mimpi itu. Tidak perlu takut bermimpi yang tinggi. Sehingga ada pepatah “Gantungkan cita citamu setinggi langit”. Jadi setiap orang harus berani bermimpi atau bercita cita. Sesudah menetapkan mimpi, maka selanjutnya adalah melakukan perjalanan atau perjuangan mencapai cita cita itu.

Start Perjalanan Perjuangan. Proses inilah yang saya ibaratkan seperti melintasi tangga berundak di situs/kompleks makam Kanjeng Sunan Giri. Merupakan perjalanan yang panjang dan bisa sangat terjal. Karena itu, bagi yang sedang dalam proses ini, membutuhkan beberapa hal, supaya tetap bisa sampai ke puncak tangga. Beberapa hal yang diperlukan untuk bekal diantaranya adalah Rajin. Rajin itu artinya melakukan perilaku yang berulang ulang dan continou. Seperti waktu sekolah..Rajin belajar. Artinya berulang ulang melakukan kegiatan belajar dan dilakukan terus menerus sampai lulus. Persis seperti melintasi anak tangga di situs kompleks makam Kanjeng Sunan Giri ini. Berulang ulang kita tapakan kaki di anak tangga, begitu terus menerus sampai di puncak. Mungkin kita capai, bosan, lelah karena terlihat monoton. Tapi sebenarnya hal itu bisa diantasipasi. Kalau melihat anak tangga teru menerus…ya kita bisa bosan. Tapi kalau kita sesekali melihat melihat ke samping kanan dan kiri ada orang yang berjualan beraneka ragam oleh oleh, tentu ini bisa membuat hibura tersendiri selama perjalanan. Dan ini akan bisa menghilangkan rasa capai, bosan, lelah atau jenuh. Yaa seperti itulah perjalanan perjungan dalam mencapai puncak kesuksesan.  Selain itu, kesabaran yang ekstra tinggi juga diperlukan untuk meniti tangga perjuangan ini. Jangan salah mengartikan sabar yaa. Sabar bukan berarti diam. Sabar sangat dibutuhkan dalam perjalanan perjuangan ini karena sabar bermakna 3 perilaku berikut ini. Pertama, Sabar berarti tidak perlu marah ketika dihadapkan pada masalah yang setiap saaat akan muncul dalam perjalanan hidup kita. Tetap tenang sambil cari solusinya. Kenapa tidak boleh marah, karena amarah akan mempengaruhi ritme detak jantung, dan peredaran darah yang lebih cepat. Dan ini sangat berbahaya untuk kesehatan. Sementara perjalanan masih panjang, dan tentu saja butuh kesehatan. Kedua, sabar berarti tetap melakukan aktivitas sehari hari yang menjadi tanggung jawab kita. Pendek kata, tetap rajin menaiki anak tangga demi anak tangga untuk mencapai ke puncak, meskipun ada masalah yang berat. Dan Ketiga, sabar berarti tetap melakukan kewajiban kita kepada pemberi hidup. Kewajiban kewajiban religi tetap harus dilakukan meskipun dalam kesulitan yang menghalangi perjalanan kita untuk mencapai puncak tangga.    

Kalau kita Rajin dan Sabar, wa inshaa Allah kita bisa mencapai puncak tangga kesuksesan. Semoga kita semua diberikan perilaku yang rajin da kesabaran sehingga menjadi pribadi pribadi yang sukses. Aamiin. Perenungan dan pemikiran saya tentang kesuksesan berhenti sampai disini, karena tanpa terasa saya sudah ada di puncak Tangga situs kompleks Kanjeng Sunan Giri. Di depan Saya ada Gerbang untuk masuk halaman Masjid kanjeng Sunan Giri. Sementara saya harus belok kiri atau kea rah barat, masuk melewati lorong para pedagang oleh – oleh khas untuk bisa mencapai Makam Kanjeng Sunan Giri.     
(Dok Pribadi, Halaman masjid Kanjeng Sunan Giri)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar