Breaking

Selasa, 07 Mei 2019

Cara belajar bekerja, ya dengan ikut Organisasi

Surabaya, 8 Mei 2019. Cara belajar bekerja, menjadi satu diantara toipik yang saya bahas dalam artikel saya untuk blok rumah belajar saya kali ini. Kenapa saya mengangkat topik ini, karena selama perjalanan saya studi sampai saat ini ada beberapa adagium yang menarik di masyarakat tapi ambigu dalam hal lowongan pekerjaan. Misalnya “Dicari pekerja yang berpengalaman”. Ini khan seperti lingkaran setan yang tidak ada habis habisnya untuk yang baru lulus. Bayangkan, mau bekerja harus berpengalaman, bagaimana bisa punya pengalaman kerja kalau setiap mau melamar pekerjaan selalu saja syaratnya harus berpengalaman. Karena itu dalam tulisan saya yang lain saya pernah bahas bagaimana cara belajar supaya begitu lulus langsung dapat pekerjaan.  Nah kali ini saya akan membahas lebih dalam tentang cara belajar bekerja dengan ikut organisasi. Kenapa saya juga menyatakan bahwa belajar bekerja itu satu diantara adalah ikut organisasi??? Karena dalam organisasi itu setiap orang harus bekerja sesuai dengan tujua adanya organisasi itu. Bedanya, kalua dalam perusahaan tempat bekerja, para pekerja dibayar. Nah dalam organisasi di tingkat pendidikan atau organisasi masyarakat setiap orang yang bekerja tidak mendapat  gaji. Sebagai contoh, organisasi Pramuka atau OSIS di tingkat sekolah, organisasi kesenian, Palang Merah Remaja, Karang Taruna dan lain lain. Yaa organisasi organisasi semcam itu layak untuk diikuti oleh kita atau putra putri kita. Lantas apa manfaatnya kalua kita kita ikut organisasi semcam itu?????

Manfaat ikut Organisasi .
Pertama, belajar bersosialisasi dan beradaptasi dengan orang lama dan baru. Kalau kita masuk organisasi , maka disitu akan kita temui banyak orang. Ada sebagian yang kita kenal, ada juuga sebagian yang belum kita kenal. Ini artinya kita dituntut untuk belajar mengenal orang orang baru dan semakin mempererat hubungan dengan orang orang yang sudah lama kita kenal. Karena itu, kita juga harus pandai pandai beradaptasi dengan lingkungan organisasi itu. Karena dalam melaksanakan tujuan organisasi, kita akan dituntut juga kerjasama dengan team. Sementara dalam team itu ada orang orang yang baru saja kita kenal. Jadi ini akan membiasakan kita luwes atau flexible untuk bergaul dengan orang lama ataupun orang yang baru saja kita kenal.   

Kedua belajar Public Speaking atau berkomunikasi. Dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan organisasi tentu kita harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan anggota organisasi. Di situ ada ketua atau orang yang secara structural lebih tinggi dari jabatan kita. Ada yang lebih rendah dari kita, ada yang selevel. Bahkan tidak jarang ada yang dari pihak luar/external. Nah.. tentu saja kondisi semacamitu akan membuat kita untuk bisa belajar pandai pandai berkomunikasi. Karena berkomunikasi dengan selevel, yang lebih rendah atau yang di atas kita dan juga di luar organisasi akan membuat konskwensi gaya bicara kita dan kalimat yang kita pakai juga berbeda. Sementara untuk yang masih belum berani berbicara atau belum punya kemampua komunikasi, maka organisasi ini sebagai titik awal untuk belajar public speaking, presentasi, dan belajar jenis jenis komunikasi yang lainnya.

Ketiga belajar bekerja dengan target, khususnya waktu. Dalam organisasi social kemasyarakatan atau di tingkat pendidikan juga ada target dalam bekerja. Minimal target pencapaian atau penyelesaian project bisa tepat waktu. Dan juga target minimalisasi penggunaan anggaran. Karena itu, semua anggota organisasi akan berlatih mengatur waktu dan membagi pekerjaan. Jadi, setiap penyelesaian tahapan pekerjaan harus benar benar dijadwalkan dengan tepat. Karena hasil pekerjaan kita akan ditunggu dan digunakan oleh divisi lain dalam pekerjaan. Misalnya, hasil pekerjaan team survey lapangan, akan sangat ditunggu oleh team pengarah sebagai penentuan pengambilan keputusan organisasi. Kalau hasil pekerjaan team survey lapangan molor dari waktu yang ditentukan, maka pengambilan keputusan juga akan mengalami kemunduran waktu. Dan ini akan bisa merugikan perusahaan.   

Keempat belajar mengatur Anggaran. Dalam organisasi internal pendidikan dan social kemasyarakatan memang tidak diperuntukan mencari keuntungan. Jadi sumber dana untuk anggaran biasanya dari induk organisasi tersebut. Tapi tidak menutup kemungkinan adanya sumber dana lain dari external organisasi misalnya sponsorship. Karena untuk menjalankan project organisasi ini diperlukan anggaran dana, maka setiap orang juga harus berlatih untuk mengelola anggaran seefektif dan seefisien  mungkin. Paling tidak ini merupakan kemampuan dasar penggunaan anggaran. Tapi sering juga kita lihat ada divisi tersendiri yang dibentuk untuk penggalangan dana. Nah.. kemampuan penggalangan dana ini adalah kemampuan yang lebih advance lagi.

Kelima belajar cara mengendalikan massa. Setiap organisasi tentu ada struktur organisasi dan jabatan. Ada pimpinan dan ada anggota. Ada puncak pimpinan, ada pimpinan madya dan ada anggota. Tentu saja orang yang ada di puncuk pimpinan dan pimpinan madya harus punya jiwa kepemimpinan/leadership. Diantaranya, kemampuan mengendalikan massa organisasinya. Karena itu, di dalam organisasi inilah, kesempatan untuk melihat type type leader seperti apa yang baik dan bisa anda miliki dan nantinya bisa anda jalankan kalau jadi pimpinan. Bayangkan, kalua dalam satu organisasi ada satu pimpinan puncak dan ada 5 pimpinan madya, maka anda sudah punya 6 contoh gaya kepemimpinan yang bisa anda pelajari. Nah.. jadi menarik khan belajar berorganisasi.

Jadi untuk para pembaca, kalau punya putra putri di tingkatkan pendidikan, maka berilah keleluasaan untuk mengikuti salah satu saja organisasi yang diinginkan. Boleh juga lebih dari satu, asal tidak mengganggu akademisnya. Karena ini merupakan pendukung prestasi akademis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar