Breaking

Minggu, 05 Mei 2019

Belajar Disiplin Dari Negeri Dai Han Guk

(Dok Pribadi). Di kota Suwon Korea Selatan

Surabaya, 6 Mei 2019. Artikel saya kali ini berkaitan dengan belajar menciptakan atau meningkatkan kedisiplinan. Dan kita belajarnya kali ini bercermin dari Negeri Dai Han Guk (Republik Korea Selatan). Bangsa Korea adalah bangsa Han Sehingga mereka menyebut dirinya Dai Han Guk. Sehingga Sungai besar di Korea dinamakan sungai Han. Dan Baju ada Korea Selatan disebut HanBok sedangkan hurufnya disebut Han Gel. Itu sepintas tentang bangsa Korea. Sementara  orang Jepang adalah bangsa Nippon sehingga mereka menyebut dirinya Nippon Guk. Orang China adalah bangsa Chung, sehingga mereka menyebut dirinya Chung Guk. Mungkin anda bertanya tanya, kenapa kita belajar kedisiplinan dari negeri Korea Selatan. Berdasarkan pengalaman penulis selama 2 tahun di Korea Selatan, secara umum kedisiplinan bangsa Korea Selatan sangatlah tinggi. Sehingga sangat tepat, kalua kita bercermin atau belajar kedisiplinan dari bangsa korea ini. Dan kedisiplinan ini juga yang telah membawa bangsa korea selatan mencapai kemajuan yang sangat tinggi saat ini.
Sebelum kita melihat dan belajar dari kedisiplinan bangsa Korea Selatan, maka ada baiknya kalua kita pahami dulu Disiplin adalah hal yang utama. Para pakar dan praktisi pengembangan sumber daya manusia sering menyebutkan, selain Atitude hal yang sangat utama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia adalah kedisiplinan. Lantas apa artinya disiplin. Dari berbagai sumber termasuk dari kamus Besar Bahasa Indonesia, maka disiplin adalah sikap kepatuhan terahadap peraturan atau nilai nilai yang kita anggap dan kita percayai bisa membawa kita mencapai tujuan yang kita inginkan. Dalam konteks kehidupan berbangsa maka maka kepatuhan itu disandarkan pada peraturan peraturan yang dibuat oleh bangsa dan negara sebagai upaya menertibkan perilaku warganya, sehingga tercapailah tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitulah sekelumit tentang pengertian Disiplin. Baiklah, sekarang mari kita lihat kedisiplinan bangsa Han atau bangsa Korea Selatan.   
Kepatuhan terlihat dalam kehidupan berlalu lintas di jalan raya. Beberapa pengamat social kita juga sering menyebutkan, kalua ingin melihat budaya suatu masyarakat, maka lihatlah di jalan raya. Nampaknya ini ada betulnya. Karena di jalan raya itu kan terlihat bagaimana kedisiplinan kita, toleransi kita, dan bagaimana cara kita berkomunikasi…juga akan terlihat disini. Mari segera kita lihat perbedaanya dengan masyrakat kita.
Ketika Lampu merah di Traffic Light. Selama dua tahun di Korea Selatan, penulis tidak pernah melihat adanya pelanggaran terhadap lampu merah.  Meski hanya sekali, penulis tidak pernah melihat adanya pelanggaran atau pengguna jalan yang melanggar/menerobos lampu merah. Sementara di tempat kita ini, masih sering kita lihat, para pengguna jalan yang menerobos lampu merah dengan berbagai alasan. Misalnya, karena terburu-buru, terlambat dan lain lain. Apapun alasanya, itu menunjukan ketidakdisiplinan.
Ketika menyeberang jalan. Dalam berlalu lintas, tentu saja kita sering para pejalan kaki menyeberang jalan. Dan kalua mau disiplin, maka penyeberang jalan itu hanya boleh menyeberang di Zebra Cross yang sudah disediakan. Bangsa Korea sangat mematuhi ini. Sehingga setiap orang akan menyeberang jalan hanya di Zebra Cross. Sekalipun orang tersebut agak jauh dari Zebra Cross, maka orang tersebut akan bergesar ke Area Zebra Cross untuk menyeberang dengan selamat. Bahkan cara menyeberangpun sangat Disiplin. Antara yang menyeberang searah dengan kita dan yang berlawanan arah dengan kita dipisah jalurnya.  Yang menyeberang searah denga kita menyeberang di sisi kanan, sementara yang berlawanan dengan kita berada di sisi sebelah kiri. Dan ini sangat dipatuhi oleh mereka, sehingga tidak ada ceritanya orang yang menyeberang berlawanan arah dengan penyeberang lainnya. Sementara di tempat kita, masih banyak orang yang menyeberang tidak pada tempatnya. Tidak di Zebra Cross atau di jembatan peneyeberangan yang sudah disediakan. Sangat memprihatinkan…
Turun dari bus. Bagi kita di sini, masalah naik atau turun dari bus mungkin saja sebagai suatu hal yang sepeleh. Tapi di Korea selatan, hal ini sangat diperhatikan dan harus dilakukan dengan tertib. Ketertiban dan kedisiplinan itu terlihat dari tata cara mereka naik bus. Jadi, ketika kita akan naik bus, maka kita masuk ke bus melalui pintu depan. Tidak boleh dan tidak ada ceritanya penumpang naik bus dari pintu belakang. Demikian juga pada saat turun dari bus, semua penumpang turun dari pintu belakang. Sehingga tidak pernah ada ceritanya penumpang turun dari bus melalui pintu depan. Dengan demikian, antara penumpang yang naik dan turun sama sama terasa nyaman. Tidak ada srobot srobotan. Menarik bukan…..  
Menunggu atau mencari Bus. Kita yang hidup di perkotaan tentu tidak asing lagi dengan Halte Bus. Halte bus digunakan para calon penumpang bus untuk menunggu kedatangan bus. Di Korea Selatan semua calon penumpang bus harus dan hanya menunggu di Halte bus, jika mereka ingin menggunakan jasa bus untuk bepergian. Meskipun rumahnya jauh dari halte, tetap saja mereka disiplin berjalan kaki menuju halte Bus. Jadi, semua bus dan penumpang hanya berhenti di Halte bus. Sementara di tempat kita, masih ada penumpang yang enggan jalan kaki menuju halte bus. Sehingga mereka menunggu di sembarang tempat. Tentu ini akan mengganggu kenyaman para penumpang bus yang harus sering berhenti. Dan juga mengganggu pengguna jalan yang lainnya, karena bus tiba tiba berhenti di tengah jalan untuk ambil penumpang.
Nah…begitulah potret kedisiplinan warga Korea Selatan di Jalan Raya. Seperti kata para pengamat social “bahwa kalua mau melihat budaya suatu masyarakat, maka lihatlah di jalan raya”. Maka begitu juga, budaya masyarakat Korea yang penuh dengan budaya kedisiplinan dalam berbagai kehidupan mereka. Semoga kita bias meningkatka kedisiplinan bangsa kita. Dimulai dari diri sendiri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar